Surabaya - Partai Hati Nurani Rakyat adalah partai inklusif, terbuka untuk siapa pun. Kendati demikian, dalam menerima ”darah segar” atau wajah baru untuk kemajuan partai, Partai Hanura selektif menerima orang yang akan masuk atau pindah ke Partai Hanura.
Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Bambang W Soeharto menyampaikan hal itu dalam jumpa pers seusai penutupan Musyawarah Nasional I Partai Hanura di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/2). Penjelasan Bambang menjawab pertanyaan wartawan mengenai masuknya Yuddy Chrisnandi di jajaran ketua Partai Hanura. Yuddy sebelumnya dikenal sebagai kader Partai Golkar. Nama baru lain adalah AS Hikam yang pernah menjadi pengurus Partai Kebangkitan Bangsa.
Menurut Bambang, pertimbangan yang diambil sebelum menempatkan Yuddy sebagai ketua adalah memiliki visi yang sama dan tak menuntut apa-apa. Soal anggota baru atau lama terlibat sebagai pengurus, menurut Bambang, tak menjadi masalah.
Yuddy Chrisnandi kepada Kompas mengatakan, kekalahannya dalam Munas Partai Golkar di Pekanbaru memberikan makna bahwa cita-cita dan perjuangan idealisme tidak memperoleh tempat di Golkar. Yuddy mengaku tidak memperoleh tempat. Oleh karena itu, untuk melanjutkan cita-cita politik, Yuddy mencari partai yang memiliki cita-cita politik yang sama dengan dirinya.
Menanggapi bergabungnya Yuddy, pengamat politik J Kristiadi berpendapat, dengan rontoknya Golkar di bawah pimpinan Jusuf Kalla, lantas di bawah pengusaha tulen yang belum pernah berkecimpung di partai politik, orang-orang yang tidak cocok akan disingkirkan atau tersingkir, termasuk Yuddy. Ditambah lagi, Yuddy sudah lama dekat dengan Wiranto.
Dalam acara penutupan munas, Wiranto memaparkan, ada sejumlah pertimbangan dalam menentukan anggota Badan Pengurus DPP Partai Hanura 2010-2015. Pertimbangan itu, di antaranya, menyiapkan proses regenerasi, kuota perempuan 30 persen, memasukkan unsur daerah, dan merampingkan organisasi DPP yang gemuk.
Wiranto menyatakan, organisasi DPP periode 2006-2010 terdiri dari 51 ketua, 59 sekjen, dan 29 bendahara, yang secara keseluruhan berjumlah 139 orang. Adapun pengurus DPP periode 2010-2015 hanya berjumlah 48 orang yang terdiri dari 27 ketua, 11 sekjen, dan 10 bendahara. Wiranto juga mengklaim persentase kaum muda dalam kepengurusan sebesar 52 persen dan kelompok tua sebesar 48 persen.
Ke depan, seperti dikemukakan pemimpin sidang Komisi B Munas, Ketut Tastra Sukata, keseluruhan program umum Partai Hanura terangkum dalam ”Tri Sukses Hanura”. Program tersebut meliputi sukses pelaksanaan konsolidasi dan revitalisasi Partai Hanura; sukses pelaksanaan program-program strategis Partai Hanura; serta sukses memenangi pilkada, pemilu legislatif, dan Pemilu Presiden 2014.
dikutip dari kompas.com