Hal itu terungkap saat Tim Kunker Komisi II ke Provinsi NTB meninjau tempat penyimpanan arsip di provinsi tersebut, Rabu (24/3). "Kalau tidak ada political will dari pemerintah daerah, arsip tidak akan mendapat anggaran yang besar," kata Ketua Tim Kunker Teguh Juwarno (F-PAN). Menurutnya diperlukan kreasi ataupun kreatifitas agar arsip tidak jadi tempat sampah.
Selain itu, ia menilai kesadaran publik akan pentingnya arsip perlu ditingkatkan. "Diperlukan untuk data maupun studi," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi NTB Siti Ratnawati meminta supaya ada perbaikan penyimpanan arsip atau alih media menjadi digital. Selain itu, ia juga meminta supaya adanya penambahan anggaran bagi jajarannya. "Ruang penyimpanan arsip sudah tidak layak serta diperlukan penambhaan jumlah pegawai," ujarnya.
| Selanjutnya > |
|---|
