JAKARTA - Rapat dengar pendapat Komisi X DPR dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Normalisasi (KN) PSSI, dan KONI/KOI tadi malam justru menjadi ajang pengadilan bagi Agum Gumelar. Ketua KN tersebut tidak henti-hentinya diserang anggota dewan dan disebut tidak mampu mengendalikan Kongres PSSI pada 20 Mei lalu.
Kejadiannya hampir sama dengan saat kongres. Beberapa anggota komisi X terang-terangan menyatakan bahwa Agum adalah sosok yang lemah saat menjadi pimpinan sidang kongres. Salah satu di antaranya, kritik yang dilontarkan Sholeh Soe"Aidy. Politikus Partai Demokrat itu mengatakan bahwa Agum tidak piawai memimpin sidang.
"Saya memang melihat bahwa Pak Agum lemah. Ada tiga kelemahan yang saya catat saat Pak Agum memimpin sidang itu," ujarnya. Kelamahan itu terletak pada teknik persidangan yang kurang sempurna, pelanggaran etika, dan ketidakberanian Agum bertindak tegas kepada para pengacau kongres. "Kalau memang ada yang mengacau, Pak Agum seharusnya berani mengusir," tegas Sholeh.
Hal yang sama juga diungkapkan Djamal Aziz. Politikus Partai Hanura tersebut mempertanyakan ketidaktegasan Agum saat memimpin kongres. Sama dengan Sholeh, Djamal" juga menyayangkan mengapa Agum tidak mengusir oknum yang mengacaukan kongres itu. "Pak Agum kan bintang empat. Kok kayak gini," kritik Djamal.
Selesai "mengadili" Agum, anggota dewan menyampaikan beberapa saran untuk menyelamatkan PSSI ke depan. Anggota komisi X lainnya, Ferdiansyah, meminta Menpora Andi Alifian Mallarangeng mengirim orang yang benar-benar paham terhadap aturan internasional ke markas FIFA. Termasuk aturan di FIFA. "Orang yang dikirim itu juga harus paham aturan internasional FIFA. Tolong, kirim orang yang punya pemikiran komprehensif tentang masalah ini," ucap politikus Partai Golkar itu.
Bagaimana tanggapan Agum" Dengan tenang, mantan Danjen Kopassus itu dengan tenang menanggapi berbagai kritik tersebut. Dia malah menyatakan berterima kasih atas masukan maupun kritik yang diberikan para wakil rakyat. Menurut dia, hal itu justru akan membantu dirinya saat berkunjung ke markas FIFA pada 27 Mei nanti. "Masukan dan kritik dari forum ini akan menyempurkan laporan saya saat ke markas FIFA nanti," ucap mertua pebulu tangkis Taufik Hidayat itu.
Menpora Andi Mallaraneng yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan, pihaknya tetap akan mengusahakan Indonesia tidak dikenai sanksi oleh FIFA. Meskipun, dia mengakui peluang untuk bebas sanksi sangat kecil. "Kami akan meminta agar ada kongres selanjutnya supaya PSSI memiliki pengurus yang baru. Yang sekarang ini kan tidak ada pengurusnya," ucapnya.
Sementara itu, Ketum KONI/ KOI Rita Subowo menyatakan dukungannya kepada Agum yang akan bertolak ke markas FIFA pada 27 Mei nanti. Perempuan asal Jogjakarta itu mengharapkan Agum sukses menyelesaikan masalah PSSI yang berlarut-larut tersebut. "Kalau sepak bola tidak dipertandingkan di SEA Games, akan sangat merugikan. Bukan hanya bagi atlet dan ofisial, tetapi juga bagi penyelenggaraan SEA Games nanti," ujar Rita. (ru/c4/nw)
dikutip dari : JawaPos National Network
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
