"Hambalang bisa masuk rekor dunia sebagai pusat olahraga tertinggi dan terjauh di dunia," -djamalaziz
Senayan - Pusat Pendidikan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) saat ini sedang dibangun di kawasan perbukitan Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mendapat sorotan tajam anggota Komisi X, karena dananya tidak jelas.
Setelah meninjau langsung ke lapangan, Senin (17/10) sebagian anggota Komisi X menyesalkan pemilihan tempat di sana. Sambil berseloroh, Zulfadli dari F-PG menyebut, "Hambalang bisa masuk rekor dunia sebagai pusat olahraga tertinggi dan terjauh di dunia," katanya.
Sementara anggota Komisi X DPR dari F-PD Sholeh Soeaidy mengungkapkan, lokasinya kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut, dan antara asrama siswa, tempat belajar dan tempat latihan terpisah jauh. "Jauh dari pemukiman penduduk dan belum ada bangunan. Yang ada cuma mesjid," kata Sholeh Soeaidy kepada Jurnalparlemen.com.
Bahkan, saat anggota Komisi X berkunjung, kondisi menuju lokasi sangat miring, yakni sekitar 45 derajat. "Kita ke sana nungging terus," cetus Dedi Gumelar dari F-PDIP.
Bahkan, secara psikologis, para siswa yang nanti akan menempati lokasi tidak akan nyaman. Sebab, antara lokasi latihan dan asrama sangat jauh. "Mereka pasti keringatan," imbuh mantan pelawak yang akrab disapa Miing ini. Padahal, sebaiknya pusat latihan itu datar bukan berbukit-bukit. "Kalau untuk hotel bagus, karena pemandangannya bagus," tukasnya.
Sedangkan menurut Djamal Azis dari Fraksi Partai Hanura, pusat pendidikan atlet Hambalang tidak cocok. "Bagusnya jadi tempat kasino," ujarnya sambil disambut tawa anggota Komisi X dan jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Proyek Hambalang dinilai terlalu dipaksakan. Sebab, tidak ada dukungan dana yang memadai. Proyek yang oleh tersangka kasus suap wisma atlet Nazaruddin disebut melibatkan para petinggi Demokrat ini, membutuhkan dana sampai Rp 1,1 triliun dan sudah dikucurkan sebanyak 150 miliar. Mengetahui keadaan tersebut, sebagian Komisi X setuju dengan terpaksa. "Ya mau gimana lagi? sudah kadung," tukas Djamal Azis.
dikutip dari : JurnalParlemen.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
