"Bagi atlet, kalau mereka bertanding yang ada cuma juri dan papan skor juga kurang semangat karena nggak ada tepuk tangan penonton," - djamal aziz
Senayan - Rencana meliburkan kegiatan belajar mengajar di setia sekolah selama lima hari (mulai 14 November 2011, red) saat SEA Games XXVI digelar di Jakarta, menuai pro-kontra. Bagi anggota Komisi X DPR Djamal Aziz, kalau rencana itu direalisasikan, tak masalah.
"Ini mungkin akan ada dampaknya bagi anak-anak muda (pelajar) itu dan memunculkan ketertarikan mereka terhadap dunia olahraga," kata Djamal saat dihubungi Jurnalparlemen.com, Kamis (20/10).
Menurut Djamal, dengan diliburkannya sekolah-sekolah, bisa jadi berdampak pada meningkatnya dukungan dari para pelajar tersebut terhadap atlet-atlet kita yang sedang bertanding membawa nama bangsa. "Bagi atlet, kalau mereka bertanding yang ada cuma juri dan papan skor juga kurang semangat karena nggak ada tepuk tangan penonton," kata politisi Partai Hanura ini.
Selain itu, lanjut Djamal, jika arena pertandingan dijejali penonton, juga berdampak bagus di mata internasional. "Nanti mereka melihat ternyata orang Indonesia ini suka nonton pertandingan olahraga, jadi semakin semarak karena penontonnya banyak," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) sendiri mengaku belum memberikan persetujuan untuk meliburkan siswa saat SEA Games digelar pada 11 hingga 22 November 2011. Menurut Foke, jika hal itu berdampak baik, pihaknya mendukung. Tapi, Foke memberi catatan agar jam pelajaran yang berkurang selama libur sekolah tersebut harus dikompensasikan dalam bentuk lain.
dikutip dari: JurnalParlemen.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
