"Perintah UUD, pendidikan nasional itu ada di satu kementerian yaitu Kemendikbud." - djamal""

Djamal AzizSenayan - Rancangan Undang-undang Pendidikan Tinggi (Dikti), target awalnya dapat disahkan dalam rapat paripurna, Jumat (16/12). Namun tidak jadi karena setelah anggota Komisi X kunker ke Kanada dan Belanda, ditemukan masukan-masukan baru yang sangat berharga.

"Setelah kajian ke luar, Belanda dan Kanada, rupanya kami mendapatkan masukan-masukan yang signifikan. Banyak perubahan-perubahan dan akan kita sinkronisasi lagi pada masa sidang berikutnya," kata anggota Komisi X Djamal Aziz kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (16/12).

Masukan berharga yang dipraktikkan sistem pendidikan tinggi di Belanda dan Kanada di antaranya soal mutu dan posisi dosen. Di dua negara tersebut, kata anggota Fraksi Hanura ini, dosen sangat profesional dan mengajar tidak diserahkan kepada asisten dosen atau pengganti.

"Dosen di kita itu kalau sudah mendapat NIP bisa ongkang-ongkang kaki atau bekerja di tempat lain. Di sana itu profesional ada reward dan punishment," kata Djamal.

Hal lain yang juga masih alot dibahas soal pendidikan tinggi yang dikelola Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan serta 17 kementerian lainnya. Ini yang menyebabkan uang 20 persen dari APBN seolah tidak dirasakan oleh masyarakat. "Perintah UUD, pendidikan nasional itu ada di satu kementerian yaitu Kemendikbud. Mudah-mudahan mereka tidak keberatan pendidikan tinggi ini dikelola satu kementerian," ujar Djamal.

dikutip dari : JurnalParlemen.com

Partai Hati Nurani Rakyat

Mutiara Hikmah

"Ya Allah, aku mohon kesehatan dalam keimanan, keimanan dalam keindahan akhlak, kemenangan yang disertai keberuntungan, rahmat dari sisimu, keselamatan dan pengampunan, serta keridhaan dari sisiMu"
(Do’a Rasulullah saw )

Berita Singkat

Tuduhan yang dilakukan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan terhadap Ketua Umum DPP Hanura Wiranto, disinyalir hanya untuk mengalihkan perhatian publik yang masih tertuju pada persoalan yang menimpa Partai Demokrat

”Sebagai pengurus Demokrat, kemungkinan besar dia juga sudah bosan bila partainya terus-menerus menjadi bulan-bulanan,”
- Saleh Daulay (Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Random Image

seminar_adminduk_hanura_7_20101111_1697999240.jpg
Kunjungan : 53067

Pencarian

Online

Kami punya 41 tamu online
Go to Top