Djamal AzizINILAH.COM, Jakarta - Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) telah memaparkan duduk masalah permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) pada Komisi X DPR, hari Kamis (12/1/2012). Bagaimana reaksi para wakil rakyat?

Dipimpin oleh ketua KPSI Toni Apriliani, KPSI memaparkan apa saja masalah-masalah dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI selama dipimpin Djohar Arifin Husin selama lima bulan masa jabatnya didepan Komisi X yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Komisi X, Rully Chairul Azwar.

Usai penjelasan tersebut, para wakil rakyat pun mulai memaparkan pendapat mereka usai mendengar audiensi tersebut. Dan ternyata mayoritas mereka terbuka dengan wacana KLB yang didengungkan.

"Ini pribadi saya yah, Kalau itu memang untuk memperbaiki dan mempersatukan dualisme sepakbola, yah untuk apa kami menolak hal tersebut (KLB). Jika memang benar ada pelanggaran dan "otoriter' itu bisa jadi alasan digelarnya KLB," ujar salah satu anggota Komisi X fraksi Partai Golkar, Popong Otje Djunjunan, yang disambut tepuk tangan riuh perwakilan pengprov yang turut hadir di ruang rapat tersebut.

Hal serupa juga dilontarkan oleh anggota Komisi X dari Fraksi Golkar lainnya, Hetifah Sjaifudin. Ia menilai tuntutan KLB menunjukan bagaimana kritisnya masyarakat sepakbola Indonesia terhadap buruknya suatu organisasi.

"Ini adalah tanda-tanda positif kalau organisasi PSSI sedang menuju jalan demokrasi yang tepat. Karena kalau lima bulan melakukan pelanggaran tapi didiamkan, itu malah aneh," tutur Hetifah.

Wakil dari Fraksi Hanura, Djamal Aziz, juga menelurkan jawaban senada. "Kalau memang sudah punya niat yang benar memperbaiki sepakbola, lanjutkan langkah tersebut. Tapi kita juga meminta agar kalian memilih pemimpin yang memiliki integritas dan idealisme. Karena kalau tidak bisa 'bengkong' (melenceng) lagi ini PSSI," sambung Djamal mengingatkan.

Sedangkan perwakilan dari Fraksi PDI Perjuangan Deddy Gumelar, atau yang akrab disapa Miing, mengingatkan agar langkah yang kemarin mereka ambil tidak kembali terulang.

"Ini semua terjadi karena buruknya komunikasi antara PSSI dan anggotanya. Jadi mungkin kedepannya kami bisa bertemu Menpora, disertai KONI dan mungkin bersama pengurus PSSI saat ini," ujar Deddy usai audiensi tersebut.

Sedangkan Waketum Komisi X menegaskan posisi mereka saat ini hanya mendengarkan aspirasi rakyat dan menjadi jembatan atas masalah tersebut.

"Kami disini hanya audiensi saja tidak membuat keputusan. Kami akan menjadi jembatan untuk penyelesaian masalah ini, tapi kita tidak bisa main potong saja karena itu sama saja intervensi. Kami akan lakukan sesuai koridor yaitu melalui Menpora," pungkas Azwar menjelaskan.

Setelah bertemu dengan KPSI hari ini, Senin mendatang (16/1/2012) Komisi X direncanakan bertemu dengan Menpora dalam rapat kerja, sekaligus membahas masalah yang mendera PSSI saat ini.

Polemik dalam kepengurusan PSSI bermula saat pengurus PSSI memutuskan mengubah format kompetisi dan menambahkan enam klub ke kompetisi kasta tertinggi baru PSSI, Indonesian Premier League (IPL).

Banyak klub mengeluh karena penambahan jumlah klub akan menambah jadwal tandang setiap tim. Hal ini tidak hanya menguras stamina pemain, mengingat letak geografis Indonesia yang cukup luas, tetapi juga menguras kas klub karena beban pengeluaran akomodasi bertambah.

Sebagian klub akhirnya memutuskan untuk tetap menggulirkan kompetisi lama, Indonesia Super League (ISL), meski tak direstui PSSI.[yob]

dikutip dari : Inilah.com

Partai Hati Nurani Rakyat

Mutiara Hikmah

"Ya Allah, aku mohon kesehatan dalam keimanan, keimanan dalam keindahan akhlak, kemenangan yang disertai keberuntungan, rahmat dari sisimu, keselamatan dan pengampunan, serta keridhaan dari sisiMu"
(Do’a Rasulullah saw )

Berita Singkat

Tuduhan yang dilakukan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan terhadap Ketua Umum DPP Hanura Wiranto, disinyalir hanya untuk mengalihkan perhatian publik yang masih tertuju pada persoalan yang menimpa Partai Demokrat

”Sebagai pengurus Demokrat, kemungkinan besar dia juga sudah bosan bila partainya terus-menerus menjadi bulan-bulanan,”
- Saleh Daulay (Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Random Image

seminar_adminduk_hanura_5_20101111_1800239785.jpg
Kunjungan : 53070

Pencarian

Online

Kami punya 41 tamu online
Go to Top