[SURABAYA] Pengamat kebijakan publik, Ichsanuddin Noersy menyatakan, hingga saat ini Indonesia masih tunduk pada mekanisme pasar bebas yang disuarakan oleh negara-negara barat, salah satunya Amerika Serikat (AS).
"Saya ingin iqra (membaca). Kami tidak ingin sekadar bicara, melainkan ada bukti berupa data," kata Ichsanudin dalam diskusi “Studi Kasus Liberalisasi Migas Pascakeputusan Rapat Paripurna DPR RI” yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim di Asrama Haji Surabaya, Minggu (29/4).
Menurut dia, selama ini pihaknya mempelajari bahwa kebijakan pemerintah dengan berupaya menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, ada kaitannya dengan campur tangan dari negara asing, dalam hal ini Amerika.
