TEMPO Interaktif, Jakarta -Sejumlah fraksi-fraksi di DPR menyatakan tidak akan mengubah pandangan akhirnya terkait kasus Bank Century. Fraksi Partai Golkar menyatakan akan tetap bertahan. "Kami konsisten menjadikan data dan fakta sebagai instrumen," kata anggota Fraksi Golkar yang juga anggota Panitia Angket, Agun Gunanjar.
Golkar juga tetap akan mengajukan saran diadakannya voting terkait laporan panitia angket. "Perlu dicatat, kami (Fraksi Golkar) satu-satunya yang mengajukan usulan ini dalam Rapat Badan Musyawarah pekan lalu," kata Agun.
Menurut dia, langkah Fraksi Golkar ini semata-mata upaya untuk mengakomodir harapan masyarakat untuk segera menuntaskan kasus Century. Sebelumnya dalam Rapat Paripurna siang ini, anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, mengajukan saran untuk segera diadakan voting terkait laporan Panitia Angket pada hari ini juga. Saran ini segera memunculkan pro dan kontra dari berbagai fraksi, yang berujung pada kericuhan.
Pendapat senada diungkapkan Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy. Dia mengatakan fraksinya akan konsisten dengan pilihan kesimpulan dan rekomendasi C.
"Kami tidak ingin berubah, malah (kalau bisa) ingin mengubah sikap seluruh fraksi," katanya di Gedung DPR, Jakarta. Sebelumnya di kalangan anggota Dewan beredar kabar bahwa PPP akan membelot dengan mengubah sikapnya yang bergeser dari sikap C.
Menjawab pertanyaan ini, Roma mengatakan bahwa hal itu adalah perang psikologis. Terkait perdebatan dalam sidang paripurna hari ini, kata Roma, hal itu disebabkan adanya adanya multiinterpretasi dalam memahami undang-undang.
Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat juga menyatakan akan tetap konsisten dalam pandangan akhirnya. "Kami akan tetap istiqomah, tetap konsisten pada pendirian kami," kata anggota Fraksi Hanura, Djamal Aziz.
Dia menyayangkan kericuhan yang terjadi pada Rapat Paripurna hari ini. "Harus diingat, Rapat Paripurna itu posisinya lebih tinggi dari Badan Musyawarah," kata Djamal.
EVANA DEWI | AMIRULLAH