Peran Dunia Pendidikan Dalam Membangun Daya Saing Bangsa

DJAMAL AZIZ, B.Sc, SH, MH
Anggota Komisi X DPR-RI
Makalah Disampaikan Dalam :
DISKUSI PENDIDIKAN
“Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Proses Pendidikan dan Profesionalisme Pengajaran”
FRAKSI PARTAI HANURA DPR-RI
Jumat, 3 September 2010 – Ruang Rapat Fraksi Partai Hanura DPR-RI, Gd. Nusantara I
Pendahuluan
- Daya saing bangsa Indonesia dalam berbagai bidang belum dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi negara.
- Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, terutama di lingkungan ASEAN, tak hanya di bidang ekonomi, namun juga di bidang lain seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta seni, budaya, dan olahraga.
- Salah satu faktor yang paling mendasar untuk membangun daya saing bangsa adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme pengajaran sehingga lahir generasi-generasi bangsa yang cerdas dan pintar.
Daya saing suatu bangsa
- Daya saing suatu bangsa dapat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Semakin tinggi kualitas SDM, maka semakin berdaya saing bangsa tersebut dalam berbagai aspek kehidupan global.
- Menurunnya daya saing diakibatkan oleh rendahnya kualitas pelayanan birokrasi, tidak efisiennya bisnis, meningkatnya biaya buruh, rendahnya kualitas infrastruktur, dan tingginya biaya investasi di Indonesia.
- Untuk membangun daya saing suatu bangsa, maka sejak dini harus dipersiapkan pendidikan dan proses pembelajaran yang berkualitas.
Peran dunia pendidikan
- Pendidikan merupakan salah satu unsur yang sangat mempengaruhi daya saing suatu bangsa.
- Proses pendidikan yang baik dan berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula dan mampu menjawab perkembangan zaman.
- Salah satu unsur yang sangat berperan dalam pendidikan adalah guru.
- Menurut Abin Syamsuddin (2003) dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogianya dapat berperan sebagai : Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
- Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
- Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
- Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
- Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
- Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).
Proses pembelajaran
Peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
- Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
- Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
- Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Penutup
- Dalam upaya meningkatkan daya suatu bangsa, faktor pendidikan yang didukung proses pembelajaran yang berkualitas dengan tenaga-tenaga pendidikan yang profesional menjadi salah satu yang sangat berperan.
- Untuk mengembalikan kejayaan Indonesia khususnya di lingkungan negara-negara ASEAN seperti halnya pada kurun waktu 20 tahun yang lalu, diperlukan sebuah lompatan yang besar di berbagai bidang.
- Indonesia memiliki seluruh kekuatan untuk menjadi bangsa yang berdaya saing. Untuk itu perlu digali dan dibangun kembali melalui penyiapan sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas.
Rakyat yang akan merasa dan membuktikan hasil dari kerja-kerja kita
Bekerja Untuk Keunggulan Bangsa
Saatnya HATI NURANI Bicara
qDaya saing bangsa Indonesia dalam berbagai bidang belum dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi negara.
qIndonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, terutama di lingkungan ASEAN, tak hanya di bidang ekonomi, namun juga di bidang lain seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta seni, budaya, dan olahraga.
qSalah satu faktor yang paling mendasar untuk membangun daya saing bangsa adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme pengajaran sehingga lahir generasi-generasi bangsa yang cerdas dan pintar.