Persoalan persepakbolaan nasional semakin terus menuai kemelut. Pasalnya, selain munculnya penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh sekelompok insan-insan sepakbola di Tanah Air, proses pemilihan Ketua Umum PSSI juga dirundung persoalan yang sangat pelik.
Kedua masalah ini terus mendapat sorotan masyarakat, tidak hanya dalam negeri namun juga induk oalahraga sepakbola internasional yaitu FIFA. Oleh karena itu perlu dicarikan agar kemelut yang melanda persepakbolaan nasional ini bisa segera diatasi dan Indonesia juga semakin berkiprah di dunia internasional.
Djamal Aziz, anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Hanura menegaskan, “Kalau sampai kongres PSSI mundur, Menpora harus mendapatkan inisiatif untuk mencari solusi yang terbaik. Sebab kalau hanya terus mempersoalkan statuta FIFA maka sudah pasti akan debatable, Padahal potensi anak bangsa harus diselamatkan. Tarik-menarik PSSI menyedihkan tapi juga menyenangkan, sehingga masyarakat lebih tertaik dengan sepakbola daripada yang lain. UU punya republik, kalau mau ikut ya di bawah republik, namun kalau mau ikut FIFA, apa solusi yang terbaik.”
Dikatakan, semua pihak yang berkepentingan dalam persepakbolaan di Tanah Air harus menjunjung tinggi sportivitas, tidak hanya para pemainnya yang dituntut sportivitas, namun juga pengurus-pengurus organisasinya. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara yang disegani oleh negara lain dalam hal pembinaan olah raga di Tanah Air. “Semua pihak harus menjunjung tinggi jiwa sportivitas. Kalau hal ini bisa dilakukan, maka masalah sepakbola yang terus menuai kemelut ini pasti akan bisa terselesaikan,” tandas Djamal Aziz. (red)
"Original post by Syam Batubara"
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
