EMPAT nama baru mengemuka untuk diusulkan sebagai calon Ketua Umum PSSI kemarin. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, dan Ketua Umum Pengcab PSSI Jakarta Timur GH Sutejo.
Usulan itu disampaikan Komisi X DPR RI dan Koalisi Independen untuk Rekonsiliasi Sepak Bola Nasional (Konsen) di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
"Kami harap komite pemilihan PSSI yang terpilih nanti jangan hanya terpaku empat atau dua nama. Bukalah hati bahwa banyak orang yang bisa maju," ujar anggota Konsen yang juga pakar komunikasi politik Effendi Ghazali seraya menegaskan nama-nama itu bukanlah preferensi.
Anggota Komisi X DPR Jamal Aziz mengimbau agar komite pemilihan mengajukan permohonan perpanjangan waktu menuju kongres pemilihan kepada FIFA dari jadwal semula 29 April sehingga para calon bisa menyampaikan visi, misi, program, dan membuat kontrak sepak bola dengan publik.
Sebanyak 23 mantan pemain nasional kemarin juga berkumpul di Senayan untuk memberikan dukungan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta dan GH Sutejo untuk dicalonkan masing-masing sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.
"Kami memang tidak memiliki suara, tetapi kami ingin mengetuk hati peserta kongres agar terjadi perubahan di tubuh PSSI," ujar Nasir Salassa yang menjadi juru bicara para mantan anggota timnas itu.
Sementara itu, unjuk rasa masih berlanjut sehari menjelang kongres PSSI di Hotel Premiere Pekanbaru, Riau, kemarin. Aksi itu dilakukan Aliansi Suporter Indonesia (ASI) dan Forum Intelektual Muda Riau (FIMR) Indonesia yang menolak kongres karena dinilai sebagai akal-akalan pengurus PSSI untuk mempertahankan status quo rezim Nurdin Halid.
Bukan cuma di Pekanbaru, demonstrasi juga kembali terjadi di depan Kantor PSSI dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Puluhan orang yang berasal dari ASI di Jakarta itu mendesak Kejagung segera memproses kasus korupsi APBD Kota Samarinda yang melibatkan pengurus teras PSSI yang terungkap di Pengadilan Negeri Samarinda. (Rin/NG/*/RK/R-3)
sumber : Media Indonesia Online
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
