Jakarta - Anggota Komisi X DPR Djamal Aziz mengatakan, peserta kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Indonesia yang berasal dari Indonesia Super League (ISL) musim lalu, seharusnya tak perlu diverifikasi ulang.
"Verifikasi itu harusnya tidak perlu ada, karena yang kemarin sudah punya klasemen. Kalau ada yang degradasi ya didegradasi. Verifikasi itu teori pengurus baru untuk loloskan klub LPI," kata Djamal saat dihubungi Jurnalparlemen.com, Sabtu (17/9).
Kata Djamal, kalau klub LPI diloloskan, akhirnya nanti-nanti pengurus yang baru akan gunakan format itu juga untuk memenuhi keinginannya. "Harus diperhatikan bahwa ada kelas (divisi) 1, kelas 2, begitu seharusnya," ujarnya.
Namun, kata Djamal, kalau ada pemain eks klub LPI yang bagus, sudah selayaknya dipikirkan untuk ditampung di klub yang masuk kasta tertinggi sepakbola Indonesia. "Jangan sampai mereka telantar," kata politisi Hanura itu.
Soal format kompetisi, Djamal juga telah mendengar bahwa yang akan digunakan adalah format satu wilayah. "Kemarin kan mau dibagi dua wilayah, Barat dan Timur, namun karena ada protes akhirnya kelihatannya kembali seperti semula menjadi satu wilayah," kata Djamal.
Seperti diketahui, PSSI akhirnya memutuskan menggunakan format satu wilayah untuk kompetisi liga profesional musim 2011-2012, atau sama dengan format kompetisi musim lalu. Keputusan itu diambil pada rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Jumat (16/9).
"Alhamdulillah sudah diputuskan satu wilayah dengan 18 klub. Untuk klub-klubnya, hal itu akan diverifikasi ulang," kata anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mattalitti, seperti dikutip dari Antara.
Sementara, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin memiliki pandangan berbeda soal klub peserta kompetisi tertinggi. Menurut dia, verifikasi ketat akan dilakukan dan klub yang turun belum tentu berasal dari ISL.
dikutip dari : JurnalParlemen.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
