Senayan - Sejumlah klub peserta Indonesia Super League (ISL) musim lalu protes karena Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ngotot kompetisi level tertinggi musim ini diikuti 24 klub. Anggota Komisi X DPR Djamal Aziz menganggap protes itu sebagai hal yang lumrah.
"Wajar saja mereka protes. Karena, dengan penambahan jumlah klub, berdampak pada jumlah pertandingan dan lamanya kompetisi. Sementara, mereka sudah mengontrak pemain untuk waktu tertentu," kata Djamal saat dihubungi Jurnalparlemen.com, Rabu (28/9).
Djamal mengatakan, dengan lamanya waktu kompetisi, diperkirakan pengeluaran klub juga akan bertambah, termasuk untuk membayar kontrak pemain. Makanya, Djamal berharap PSSI menganulir keputusannya. "Cukup 18 tim. Kalau ada pemain LPI yang mau gabung, cukup diakomodir klub yang lolos atau klubnya dimerger," ujarnya.
Seperti diketahui, PSSI memutuskan bahwa kompetisi level tertinggi musim ini akan diikuti 24 klub. Rinciannya, 14 tim peserta ISL musim lalu, empat tim promosi dari Divisi Utama, dan enam klub yang ditunjuk PSSI, dengan berbagai alasan. Hal itu menuai protes sejumlah klub ISL.
dikutip dari : JurnalParlemen.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
