TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi X DPR RI menerima audiensi pihak PT Liga Indonesia (PT LI) dan dua klub Liga Super Indonesia (LSI), Pelita Jaya dan Persija Jakarta. Pihak PT LI dan klub tersebut bermaksud melaporkan beberapa kejanggalan terkait perkembangan persepakbolaan di Tanah Air.
PT LI diwakili Direktur Utama Syahril Taher dan Sekretaris Tigor Salom Boboy. Sementara Pelita Jaya diwakili Lalu Mara Satriawangsa (Manager) dan Iman Arif (Direktur). Sedangkan Persija Jakarta diwakili Ketua Umum Ferry Paulus.
Sebanyak 11 wakil rakyat hadir dalam audiensi ini, di antaranya Rully Chairul Azwar (Fraksi Golkar), Hetifah (Fraksi Golkar), Selina Gita (Fraki Golkar), Zulfadhli (Fraksi Golkar), Jamal Azis (Fraksi Hanura), Nasrullah (PAN), Jefirstson R Riwu Kore (Fraksi Partai Demokrat), Muslim (Fraksi Partai Demokrat), Diaz Gwijangge (Fraksi Partai Demokrat), TB Soemandjaja (Fraksi PKS), dan Dedi Gumelar (Fraksi PDIP).
Dalam audiensi itu, Syahril Taher mengungkapkan, PSSI sudah banyak melanggar Statuta. Pertama tidak melaksanakan hasil Kongres Bali, kemudian membuat IPL.
"Selain itu, kesalahan PSSI soal 24 peserta yang menjadi kontestan kompetisi liga tertinggi. Padahal, hasil Kongres memutuskan 18 klub. Anehnya, PSSI memasukkan enam klub bermasalah yakni Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makasar, Arema, Persebaya dan PSMS Medan," kata Syahril di ruang rapat Komisi X DPR RI, Selasa (10/1/2012).
PT LI juga menyinggung ketidakikutsertaan Persipura Jayapura di Liga Champion Asia (LCA). Belum lagi keputusan PSSI yang menghukum seluruh klub ISL kecuali Persipura.
"Kenapa Persipura tidak dihukum, ini jelas diskriminasi," tegasnya.
dikutip dari : Tribunnews.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
