Senayan - Proyek Pusat Pelatihan dan Pendidikan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) yang dikerjakan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikhawatirkan 'memakan' korban. Yakni, keterlibatan pihak Kemenpora atau Komisi X DPR dalam penyimpangan dana.
Hal itu dikhawatirkan oleh Djamal Aziz dari Fraksi Partai Hanura dan Rohmani dari FPKS.
"Ini sudah mulai suara-suara seperti keroncong," kata Djamal saat rapat kerja dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (6/02).
Pasalnya, penyimpangan proyek berkali-kali disampaikan oleh tersangka kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin. Bahkan Komisi X DPR tidak tahu siapa konsultan dan perusahaan yang membangunnya. Tidak heran bila Rohmani khawatir akan ada yang terlibat. "Bisa memakan korban lagi," katanya.
Proyek sekolah olahraga Hambalang, pernah diajukan di zaman Menpora Adhyaksa Dault dengan alokasi anggaran hanya Rp 400 miliar. Namun, Banggar DPR menolak. Namun saat ini, proyek diajukan kembali dengan alokasi anggaran Rp 1,1 triliun.
"Tapi kami Komisi X merasa ditodong (untuk menyetujui anggaran)," kata Rohmani, "Sebab Kemenpora tidak mengajukan anggaran sejak awal, namun diajukan setiap tahun dengan jumlah yang tidak diketahui."
Untuk tahun 2012, Kemenpora mengajukan alokasi anggaran Rp 585 miliar. Dan, menurut Menpora Andi Mallarangeng, proyek Hambalang sudah direncanakan sejak 2003 silam.
dikutip dari : JurnalParlemen.com
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
