ImageHampir enam bulan sejak Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dideklarasikan Wiranto, kepengurusannya di Jawa Timur akhirnya diresmikan. Salah satu tokoh Golkar Jawa Timur, Dossy Iskandar Prasetyo, dipilih sebagai Ketua DPD Hanura Jawa Timur. "Sejak dideklarasikan pada 16 Juni 2007, Hanura Jatim sudah punya pengurus di semua kabupaten/kota. Dari 661 kecamatan, Hanura ada di 658 kecamatan. Untuk tingkat desa, kami sudah membentuk kepengurusan di 7.500 dari sekitar 8.900 desa di Jatim," ujar Dossy.
Partai itu membentuk serangkaian sayap organisasi sebagai bagian dari struktur. Sayap-sayap itu dibentuk menyesuaikan dengan komunitas para anggotanya. "Kami punya sayap untuk perempuan, pemuda, pekerja kesehatan, bahkan tukang ojek," tuturnya.

Hanura amat mementingkan struktur kuat dan mengakar. Kekuatan struktur dijadikan salah satu dari tiga pilar penopang untuk kemenangan partai itu. "Dalam Pemilu 2009, kami menargetkan masuk tugas besar di Jatim dan memperoleh 20 persen suara di tingkat nasional," ujarnya.

Para calon anggota legistlatif (caleg) diandalkan Hanura sebagai pilar kedua. Partai ini mendaftarkan 1.518 caleg untuk berbagai tingkatan di Jatim. "Masing-masing caleg punya tim yang pastinya akan berusaha memenangkan Hanura," ujar Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Reny Widya Lestari.

Sementara pilar ketiga adalah Pusat operasi dan Sosialisasi (POS) Wiranto. Organisasi di luar struktur partai ini terutama untuk menjaga komunikasi dengan para pemilih Wiranto di Pemilihan Presiden 2004. "Saat itu ada 27 juta orang Indonesia memilih Pak Wiranto. Meski akhirnya tidak cukup untuk mengantar ke kursi presiden, pemilih-pemilih itu harus dijaga," ujar Dossy.

Bukan militer


Dossy mengatakan, tidak bisa ditampik ada kesan Hanura sebagai partai militer. Hal itu tidak lepas dari sosok Wiranto yang pernah menjadi Panglima ABRI. "Tetapi ini partai untuk semua. Para kader dan pengurus berasal dari berbagai kalangan dan partai," ucapnya.

Keberagaman kader dan pengurus itu penting untuk membesarkan partai. Hal itu memungkinkan partai menarik simpati dari kalangan lebih luas. "Masing-masing punya basis untuk ditarik ke partai," ujar Reny.

Diakui, sosok Wiranto memang penting bagi Hanura. Hal itu dianggap wajar bagi partai baru. "Semua partai baru perlu tokoh untuk membantu membesarkan partai. Tetapi struktur dan organisasi harus ditata. Tidak mungkin bergantung pada satu tokoh terus-menerus," ujarnya.

Kombinasi ketokohan Wiranto dan keberagaman partai diyakini lebih memudahkan Hanura mendekatkan diri pada pemilih. "Ini salah satu sebab kami berani tidak banyak pasang iklan dulu. Mungkin ada partai yang memopulerkan diri dengan iklan," tutur Dossy.

Namun, popularitas bukan hal utama dalam pemilu. Kemenangan partai terutama ditentukan elektabilitas atau tingkat keterpilihan. Cara terbaik menaikkan elektabilitas adalah menyebar kader untuk datang ke pemilih. Dengan sekitar 600.000 kader terdaftar di Jatim, Hanura optimistis bisa lebih dekat ke pemilih. "Di luar kader, kami masih punya banyak simpatisan. Jadi, target tiga besar di Jatim amat realistis," katanya.

Mutiara Hikmah

"Ya Allah, aku mohon kesehatan dalam keimanan, keimanan dalam keindahan akhlak, kemenangan yang disertai keberuntungan, rahmat dari sisimu, keselamatan dan pengampunan, serta keridhaan dari sisiMu"
(Do’a Rasulullah saw )

Berita Singkat

Republik ini tidak mungkin untuk disegani di dunia karena berperang, tetapi bisa terwujud melalui olahraga.

- Djamal Aziz

Random Image

seminar_adminduk_hanura_3_20101111_1501372481.jpg
Kunjungan : 208618

Pencarian

Online

Kami punya 48 tamu online
Go to Top